Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu libur
Beranda » Artikel Terbaru » TAHAPAN PELAKSANAAN PEMELIHARAAN AYAM KAMPUNG ASLI SECARA INTENSIF

TAHAPAN PELAKSANAAN PEMELIHARAAN AYAM KAMPUNG ASLI SECARA INTENSIF

Diposting pada 19 February 2017 oleh RachmatSM

I. PERSIAPAN KANDANG

 

  1. Setelah kandang kosong, dikasih umpan racun tikus, agar tikus tidak pindah ke kandang lain dan kandang ditutup rapat.
  2. Ruangan kandang beserta peralatan disemprot insectisida.
  3. Pupuk dikarungi dan dikeluarkan, demikian juga dengan material/ sekam, sisa pakan yang ada ditempat pakan.
  4. Kontrol panel, alat-alat dan aliran listrik harus dalam keadaan mati (OFF). Tutup dinamo dan alat-alat listrik dengan plastik
  5. Cuci kandang dengan air bersih + deterjen menggunakan power sprayer, termasuk peralatan feeder, nipple, fan, sangkar, selet, egg tray dan tirai.
  6. Flushing / kuras pipa air minum dengan Water treatment (CID / Aqua Clean) yang dicampur 24 jam sebelumnya pada tangki dosis 50 ppm
  7. Perbaiki kandang apabila ada yang rusak.
  8. Lantai disiram dengan soda api 20 gr / m2, kemudian dibilas kembali.
  9. Semprot insectisida untuk yang kedua kali.
  10. .Dalam dan lingkungan sekitar kandang disemprot Longlife + Formalin.
  11. Pasang umpan racun tikus diluar kandang.
  12. Masukkan peralatan DOC Ayam Kampung Murni Ayam Kampung Murni yang sudah dicuci dan didesinfektan di service area / gudang sesuai kebutuhan
  13. Lantai dikapur dengan batu kapur aktif yang dihancurkan terlebih dahulu ± 0,4 Kg / m2 secara merata
  14. Setelah lantai kering, tebar litter / sekam dengan ketebalan 10 cm, kemudian disemprot Formalin dengan dosis 5%.
  15. Litter / sekam ditaburi Stalosan dengan dosis 50 gr / m2.
  16. Mempersiapkan peralatan Brooding.
  17. Fogging dengan menggunakan desinfectan + anti jamur
  18. Test Swab. Apabila test swab masih ada yang positif maka didesinfektan lagi.
  19. Kandang ditutup rapat sebelum 3 hari masuk DOC Ayam Kampung Murni Ayam Kampung Murni. Difumigasi dengan PK + Formalin dengan dosis 20 gr PK dan 40 cc Formalin untuk 2,8 m3 ruangan.

Catatan :

Istirahat kandang mulai Ayam Kampung Asli diafkir sampai masuk lagi DOC Ayam Kampung Murni Ayam Kampung Murni antara 10 – 12 minggu.

 

II. PERSIAPAN MASUK DOC AYAM KAMPUNG MURNI

  1. Pesiapkan, cek dan pasang peralatan dengan cermat sebelum DOC Ayam Kampung Murni Ayam Kampung Murni
  2. Hitung jumlah peralatan sesuai jumlah Ayam Kampung Asli yang akan datang, dengan perbandingan :
    • Brooder / pemanas infra merah 1 : 750-800 ekor DOC Ayam Kampung Murni
    • Seng kingkaran diameter 3 m untuk 750-800 ekor DOC Ayam Kampung Murni
    • Tempat minum 1 liter untuk 40 ekor DOC Ayam Kampung Murni.
    • Chick feeder plate / tempat pakan 1 : 40 ekor DOC Ayam Kampung Murni.
    • Lampu PLC 26 watt perlingkaran.
    • Termometer 3 buah perkandang.
    • Koran bekas untuk melapisi sekam dalam lingkaran rangkap 2.
    • Litter / sekam harus rata.
  3. Test peralatan seperti pemanas Infra merah / brooder, lampu, fan dll 3 hari sebelum masuk DOC Ayam Kampung Murni.
  4. Persiapkan tabel data-data jumlah DOC Ayam Kampung Murni, data timbang berat DOC Ayam Kampung Murni dan data kondisi DOC Ayam Kampung Murni.
  5. 6 jam sebelum datang DOC Ayam Kampung Murni, pemanas dinyalakan sampai suhu 32 – 33 oC pada ketinggian DOC Ayam Kampung Murni ±5 cm diatas koran / sekam.
  6. Satu jam sebelum datang DOC Ayam Kampung Murni campur Sorbitol dan vitamin dengan air bersih dan segar kemudian masukkan dalam lingkaran sebelum DOC Ayam Kampung Murni tiba.
  7. Persiapkan pakan dalam Chick Tray 2 gr per ekor.

 

III.  DOC Ayam Kampung Murni DATANG

  1. Penataan tempat pakan dan minum pada masing-masing lingkaran dan tabur pakan di atas koran sedikit tapi merata.
  2. Pembagian jumlah Box pada tiap-tiap lingkaran.
  3. Tempatkan DOC Ayam Kampung Murni Jantan dan Betina secara terpisah di masing-masing lingkaran.
  4. Posisi DOC Ayam Kampung Murni harus dekat tempat pakan dan minum.
  5. Hitung dan masukkan DOC Ayam Kampung Murni pada area pemanas / brooding secara merata, DOC Ayam Kampung Murni yang mati dan afkir dipisahkan dan tidak dimasukkan ke dalam ligkaran.
  6. Timbang dan cek kualitas sampel DOC Ayam Kampung Murni Jantan dan Betina (Sampel DOC Ayam Kampung Murni sebelum dimasukan lingkaran).
  7. DOC Ayam Kampung Murni jangan terlalu sering dikeprak-keprak, sebab akan mengakibatkan ayam stress.
  8. Pada 5 jam setelah DOC Ayam Kampung Murni dimasukan lingkaran, ambil sampel 50-100 ekor untuk dicek pada kakinya, jika kakinya dingin berarti pemanasnya tidak stabil/cukup, yang bagus pastikan kaki ayam dalam keadaan hangat.
  9. Pada 24 jam setelah DOC Ayam Kampung Murni masuk, harus dicek dan ambil sampel juga sekitar 100 ekor per lingkaran, cek satu persatu pada temboloknya.
  • Tembolok penuh dengan campuran makanan dan air (Kondisi bagus).
  • Tembolok penuh tapi lembek hanya berisi air bahkan ada yang kosong sama sekali, akan mengakibatkan pertumbuhan ayam yang tidak normal, kerdil, bahkan juga mengalami kematian.
  • Tembolok penuh tapi keras akan mengakibatkan kematian pada umur 3-5 hari kemudian.

10. Pemberian pakan supaya diberikan sedikit demi sedikit untuk menghindari tumpah/terbuang.

11. Pakan dan air minum jangan sampai kosong, harus selalu tersedia.

IV. MANAJEMEN BROODING

Periode brooding adalah 4 minggu awal hidup DOC Ayam Kampung Murni Ayam Kampung Murni, ini merupakan periode sangat penting karena merupakan poin awal untuk menghasilkan produksi yang bagus.

Hal-hal yang harus diperhatikan pada masa Brooding :

  1. Nyalakan gas pemanas 6 jam sebelum datang DOC Ayam Kampung Murni sampai tercapai suhu 32 – 33 oC, tiap brooder diisi DOC Ayam Kampung Murni tidak lebih dari 750-800 ekor. Tempatkan DOC Ayam Kampung Murni dekat pemanas.
  2. Diameter lingkaran 3 m, ketinggian gas brooder 80 cm.
  3. Air minum sudah dimasukkan ke dalam lingkaran sesaat mau datang DOC Ayam Kampung Murni. Sebagian pakan pakan ditaburkan merata diatas koran, hal ini untuk merangsang saluran pencernaan dan supaya DOC Ayam Kampung Murni menyebar merata dalam lingkaran. Catatan :Saat menabur pakan jangan sampai kena mata.
  4. Satu jam setelah DOC Ayam Kampung Murni masuk lingkaran, pakan yang ada pada chick feeder tray diletakan diantara tempat minum. Setiap chick feeder tray untuk 40 ekor untuk 7 hari pertama.
  5. Pemberian air minum terlebih dahulu, dimasudkan untuk memberi kesempatan DOC Ayam Kampung Murni untuk minumkarena kondisi stress perjalanan jauh dan dehidrasi sehingga DOC Ayam Kampung Murni menjadi segar kembali.
  6. Jarak antara tempat pakan dan minum jangan lebih 1 meter dan jangan sampai kosong.
  7. Pemberian lampu / cahaya untuk 1 Minggu pertama untuk menolong DOC Ayam Kampung Murni memudahkan mencapai tempat pakan, tempat minum dan pemanas, lampu penerangan di Kandang jangan terlalu terang, supaya diukur 25 Lux pada posisi setinggi DOC Ayam Kampung Murni, setelah umur 7 hari sinar lampu dikurangi menjadi 10 Lux (Sebaiknya pakai bohlam, jadi bisa memakai Dimmer).Penerangan dalam kandang usahakan redup, untuk menghindari Kanibal.
  8. Tingkah laku DOC Ayam Kampung Murni selama dalam brooding menunjukkan tingkat kenyamanan DOC Ayam Kampung Murni. Nyaman / sesuai ditunjukkan adanya suara riang dan penyebaran DOC Ayam Kampung Murni yang merata disekitar lingkaran. Kedinginan Jika terlalu dingin DOC Ayam Kampung Murni menggigil dan bergerombol di bawah pemanas. Terlalu berangin. DOC Ayam Kampung Murni bergerombol di belakang pemanas, menunjukkan angin terlalu kencang.
  9. Terlalu panas DOC Ayam Kampung Murni akan menjauh dari pemanas dan berada dipinggir lingkaran.
  10. Aktifitas ayam pada saat makan dan minum, serta kondisi kesehatannya.
  11. Aktifitas ayam pada saat istirahat / main-main.
  12. Kondisi kesehatan, aktif, lincah/agresif, jika ada gejala ngantuk-ngantuk agar segera dilakukan pemeriksaan.
  13. Ventilasi, kecepatan angin dan temperatur/humidity dan bau amoniak.
  14. Bila ada sekam yang basah baru sedikit, supaya langsung diangkat.

V. PERIODE GROWING

A. Kepadatan / Density

Luas lantai yang diperlukan pada kandang Open House dengan lantai litter, minimum dengan kepadatan.

Umur (minggu) Betina Jantan
1 – 6 10 ekor / m2 10 ekor / m2
6 – culling 6 ekor / m2 6 ekor / m2

Kebutuhan tempat minum selama growing

  Betina Jantan
Satu Bell drinker 50 – 60 ekor 50 – 60 ekor
Satu Nipples 8 – 10 ekor 8 – 10 ekor

Kebutuhan ruang gerak ayam untuk makan selama growing

Umur (Minggu) Betina Jantan
1 – 10 5 cm 7 cm
11 – 15 10 cm 12 cm
16 – Culling 12 – 14 cm 14 – 16 cm

 

B. Seleksi Jantan

Jantan yang akan dipakai hanya sekitar 10-12% dari betina.

Kriteria seleksi jantan

  1. Dada besar : panjang, rata, tidak ada noda / luka, tulang dada tidak bengkok.
  2. Kaki : kuat, panjang, tidak bengkok.
  3. Kualitas jari : jari yang lurus / tidak bengkok.
  4. Leher tidak bengkok / melintir
  5. Punggung lebar dan rata / tidak bengkok.
  6. Tembolok yang besar dan menggantung tidak masuk kriteria.
  7. Bulu kelihatan cerah dan tidak kusam.
  8. Mata tidak buta atau cacat.
  9. Paruh tidak menyilang / cross back.
  10. Sayap tidak patah, atau menggantung.
  11. Keadaan ayam sehat

C. Pakan

  1. Manajemen berat badan, program pakan adalah aspek sangat penting dalam manjemen breeder.
  2. Hal yang pokok ; ayam mempunyai ukuran kerangka yang tepat dan perlemakan yang sesuai dengan umurnya untuk mencapai performen yang optimal
  3. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  4. Menimbang pakan harus akurat.
  5. Jumlah ayam per-pen sesuai.
  6. Menambahkan pakan dalam satu minggu berdasarkan peningkatan berat badan yang tercapai.
  7. Fleshing merupakan faktor yang sangat penting, hal ini menunjukkan kondisi ayam dalam satu Flock.

Pemberian pakan

  • Pemberian pakan sesuai jatah gram per-ekor dikalikan populasi per-pennya
  • Jatah untuk besok hari, ditimbang sore hari sebelumnya dan dituang dalam tabung pakan yang telah digabung (jangan sampai ayam dapat naik ke tempat pakan).
  • Isi tiap tabung pakan dihitung jumlah pakan per-pen dibagi jumlah tempat pakan (jadi isi tiap tabung pakan rata)
  • Pemberian pakan dilakukan 3 – 4 orang per=pennya supaya lebih cepat dan merata.

D. Grading / pengelompokan ukuran Ayam Kampung Asli

  1. Untuk menghasilkan keseragaman yang bagus perlu dilakukan pengelompokan ukuran yaitu, besar, sedang dan kecil dalam pen yang berbeda.
  2. Pada saat timbang ayam untuk grading, timbangan ayam diberi tanda sesuai ukuran berat ayam, yaitu kecil, sedang, besar, sehingga pada saat menimbang tiap ekor langsung dikelompokan sesuai ukurannya.
  3. Pelaksanaan grading yang bagus saat ayam puasa.
  4. Dalam pengelompokan disesuaikan kepadatan ayam; jumlah tempat pakan dan tempat minum.

E. Timbang Ayam Kampung Asli

  1. Penimbangan ayam umur 1 & 2 minggu, masih secara kelompok (5-10 ekor sekali timbang dalam satu ember).
  2. Penimbangan ayam secara individual, setelah program Full Feed (3 minggu) dilakukan saat keadaan sebelum ayam diberi pakan.
  3. Timbangan dipakai kapasitas 5 Kg, dengan kenaikan skala 20 gram.
  4. Sampel ayam yang mau ditimbang ±5 – 10% dari pen tersebut di sket dengan jaring, kemudian sampel tersebut ditimbang semua.

F. Pemisahan jantan dan betina

  1. Selama brooding dan growing jantan betina dipisah pada pen berbeda
  2. Apabila terdapat Sexing Error, baik dari Jantan ataupun Betina dipisahkan untuk dijual.

G. Pemisahan jantan dan betina

  1. Selama brooding dan growing jantan betina dipisah pada pen berbeda
  2. Apabila terdapat Sexing Error, baik dari Jantan ataupun Betina dipisahkan untuk dijual.

H. Program masuk sangkar

  1. Untuk menghindari banyaknya telur lantai, sangkar mulai masuk pada umur 10-12 minggu di dalam Kandang.
  2. 1 Lobang Sangkar untuk 4 ekor ayam.
  3. Sebelum mulai bertelur, alas sangkar jangan dipasang dulu, untuk melatih ayam agar mengenal Sangkar.
  4. Pada umur 16 minggu, alas sangkar mulai dipasang.

VI. PERIODE LAYING

i. Program pencahayaan

  • Pada umur 15 minggu Lampu menyala 12 jam.
  • 16 minggu Lampu menyala 13 jam.
  • 18 minggu Lampu menyala 14 jam.
  • Pada waktu Produksi 5% Lampu menyala selama 15 jam.
  • Produksi 50% Lampu menyala selama 16 jam.

ii. Program Campur Jantan

  • Jantan dan Betina dicampur pada umur 15 minggu.
  • Perbandingan Jantan dan Betina 10-12%.
  • Jantan yang akan dicampur, diambil dari Jantan yang terbagus, Jantan yang terlalu kurus dan gemuk disimpan sebagai cadangan.
  • Sangat penting mengganti Jantan yang jelek dengan Jantan yang bagus dari Jantan cadangan.

iii. Pengambilan Telur Tetas

  • Untuk menghasilkan Telur Tetas yang baik, perlu diperhatikan :
  • Alas sangkar harus selalu ada, tebal dan bersih dari kotoran.
  • Koleksi telur 5 – 6 kali dalam sehari, untuk mengurangi telur lantai atau telur kotor dan juga mengurangi telur pecah.
  • Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah mengambil telur.
  • Telur tidak boleh dicuci.
  • Pisahkan Telur Tetas dari telur afkir (Kotor, pecah, jumbo, kecil, tipis abnormal).
  • Beri kode tiap tray sesuai Kandangnya.
  • Simpan Telur Tetas di lemari Fumigasi dan kemudian difumigasi selama 15 menit dengan dosis yang benar.
  • Pada saat memindahkan telur ke mobil telur, harus ditutup dengan karung supaya tidak terkena sinar matahari atau kepanasan.
  • Telur afkir dikirim ke Hatchery pada sore hari.

iv. Program penggantian sekam

  • Penggantian sekam total dilakukan sebelum masa Laying (Umur 17 minggu).
  • Sekam basah menggumpal harus diganti dengan sekam yang baru.

 

Semoga pemaparan di atas bisa bermanfaat bagi pembaca.

pembaca sekalian membutuhkan DOC Ayam Kampung Murni dan Ayam Kampung Asli ? segera hubungi kunjungi kami di www.jualayamkampungasli.com atau WA di no 082117292277 .

karena kami menyediakan DOC Ayam Kampung Murni dan Ayam Kampung Asli yang berkualitas dengan sertifikat halal MUI.

Bagikan informasi tentang TAHAPAN PELAKSANAAN PEMELIHARAAN AYAM KAMPUNG ASLI SECARA INTENSIF kepada teman atau kerabat Anda.

TAHAPAN PELAKSANAAN PEMELIHARAAN AYAM KAMPUNG ASLI SECARA INTENSIF | Jual Ayam Kampung Asli & Halal dari Peternakan Sendiri

Komentar dinonaktifkan: TAHAPAN PELAKSANAAN PEMELIHARAAN AYAM KAMPUNG ASLI SECARA INTENSIF

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Temukan Kami
Sidebar Kiri
Kontak
Cart
Sidebar Kanan